Selasa, 14 April 2015

SEO (AT INTERNET.COM)





AT internet adalah sebuah perusahaan swasta yang menyediakan analisis integral dari website, intranet dan situs mobile. Ini telah memberikan layanan ini sejak tahun 1995, Perusahaan ini dikenal (terutama di Perancis) dengan nama produk andalanya Xiti.
AT Internet menawarkan platform analisis canggih untuk mengukur khalayak web dan mobile, memungkinkan perusahaan untuk mendorong kinerja digital mereka secara real time. Produk inti merek adalah: Analyzer (Web & Mobile Analytics), Dashboard Aplikasi (penciptaan dashboard, manajemen dan visualisasi alat), Data Query (API permintaan generator), BuzzWatcher (e-reputasi monitoring), Channel Optimizer (multi- channel atribusi) dan Observer (monitoring kinerja server).


Solusi Web Analytics AT INTERNET telah dirancang untuk membantu mendorong kinerja pengunjung secara real time di jaringan sosial, aplikasi, Intranet dan web dll. AT INTERNET ini menawarkan semua fitur yang penting untuk melakukan analisis lanjutan audiens kita sebagai standar, dengan mengintegrasikan modul bisnis yang spesifik: pelacakan e-Commerce, analisis kampanye multichannel, pemantauan kinerja, pelacakan media yang kaya, dashboarding, manajemen data (data impor / ekspor), dll.

Berkat alat analisis web yang mudah dan cepat untuk me
ngimplementasikan suatu pengukuran terhadap suatu web , platform lengkap dan fleksibel. AT INTERNET akan memungkinkan kita untuk mengukur, struktur, dan segmen secara online data yang di sediakan dengan kemampuan yang diperlukan untuk mengekstraksi pengambilan keputusan informasi yang sangat penting untuk keperluan kita.
Jika kita menggunakan AT Internet Web Analytics untuk analisis di website kita, kita mungkin ingin melihat rincian analisisis untuk pengunjung yang telah melihat variasi yang diberikan dalam percobaan optimalisasi kita. Seperti Integrasi SEO yang banyak beredar, kita dapat dengan mudah mengintegrasikan pengoptimalisasian dengan AT internet.
 
Mengaktifkan Integrasi AT Internet

pengoptmalisasian menggunakan AT Internet "MV Pengujian Tag" untuk menandai pengunjung situs kita dengan percobaan dan variasi yang mereka telah ditambahkan. Setelah integrasi diaktifkan, kita akan dapat mengakses laporan multivariat Pengujian di Digital Workspace dan klik pada setiap nama.Test untuk melihat kerusakan  oleh variasi.
Untuk mengaktifkan AT integrasi internet, buka tab integrasi pada halaman Home. Pilih Integrasi Internet AT dan mengaktifkan tombol untuk On di panel kana
n
.




Pengoptimalisasian membutuhkan 2 bagian  informasi dari kita untuk mengintegrasikan berhasil tidaknya dengan AT Internet:

Nomor Rekening: nomor rekening tag AT Internet Anda
Log URL Server: URL log server yang digunakan oleh tag AT Internet

Kotak-kotak ini dapat ditemukan di bagian Settings dari panel kanan di tab integrasi. Untuk mempelajari cara menemukan informasi ini, lihat bagian di bawah ini untuk mencari Nomor Rekening dan Login Server URL.
Kita juga dapat memeriksa kotak untuk memungkinkan integrasi ini secara default untuk semua percobaan baru.


Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan integrasi untuk percobaan individu, pergi ke  eksperimen di Editor dan klik Options> integrasi. Kemudian periksa kotak AT Analytics.


Menemukan ID akun
kita dan log server URL
Untuk Mengintegrasikan Percobaan
pengoptimalisasian kita dengan AT Internet Analytics, Kita harus memasukkan ID Akun kita dan Log Server URL di Editor Optimizely.
Kita dapat menemukan ini dengan melihat kode sumber halaman kalian
Berikut adalah contoh dari tag Internet AT pada sebuah halaman web. Nilai mencari ditemukan di <noscript> <img> tag pada akhir tag.
The 'src' atribut dari <img> tag akan mulai dengan URL log server (segala sesuatu sebelum /hit.xiti). Ini adalah URL Log Server.
The 'src' atribut dari <img> tag juga akan memiliki parameter permintaan 's', yang berisi id akun yang kita butuhkan.

Nilai-nilai dalam gambar di bawah menunjukkan 2 nilai
:






Akun ID: 496741
URL Log Server: http://logi242.xiti.com

Catatan:
URL log server berbeda dari variabel xtsd pada awal script. Pastikan untuk menggunakan URL pada awal <img> tag
.





Melihat Variasi Percobaan di Digital Workspace
Setelah mengaktifkan integrasi Internet Optimizely AT dan mulai percobaan
Kita, Lalu Kita dapat melihat data tadi dalam Digital Workspace akun Internet AT kitaa.
Setelah login, klik Usability> multivariat Pengujian pada menu navigasi sebelah kiri di bagian bawah. kita kemudian dapat memilih Tes untuk melihat daftar semua percobaan yang telah
mengirim data ke AT Internet dan melihat metrik mereka dipecah oleh nama variasi.






Senin, 16 Maret 2015

PENGALAMAN MENGGUNAKAN INTERNET



Pada kutipan kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana saya pertama kali menggunakan internet sampai sekarang ini.Pada awalanya saya mulai menyentuh internet di bangku sekolah dasar lewat ayah saya yang notabenya memiliki kantor swasta.Di saat yang lain masih awam dengan computer saya dirumah sudah biasa dengan perangkat tersebut.Tidak lama juga ayah saya mengoprasikan internet dengan kabel telefon atau fastnet berbayar disitulah saya diajari membuka browser yang pertama yaitu Internet eksploler yang mungkin sekarang ini sudah jarang yang memakainya dan hanya di jadikan pajangan di layar desktop.Kebutuhan saya akan internet muncul ketika sekolah saya menugaskan anak didiknya membuat kliping nah dari situ saya banyak sekali menjelajahi google yakni mesin pencari no.1 didunia dari pelajaran sosok penting sampai rumus2 UN saya dapatkan di Internet.Ketika memasuki bangku smp saya sudah mulai termakan rayuan internet karena game online sampai-sampai lupa waktu dan mengurang minat belajar saya.selama 3 tahun saya kecanduan game online dan baru berehenti ketika menginjak bangku sma dimana masa masa itu sangat banayak persaingan,tuntutan,dan tugas dari pihak sekolah.Dari membuat makalah sampai membuat blog atau wordpress disana saya diajari mendesain halaman web dengan HTML ketika itu pula saya kenal dengan medsos seperti facebook,twitter dll.Namun walaupun banyak orang yang mengkalim medsos banyak negatifnya bagi saya jika kita bijak maka akan mendatangkan keuntungan contohnya saya ketika bisnis jualbeli dan saya publikasikan di media social itu adalah cara yang efektif untuk mandapatkan para pelanggan secara efisien.mulalilah saya merasakan manfaat internet apalagi handphone masa kini yang kulaitasnya gk kalah sama PC.Sampai kuliah pun di jurusan IT pun saya lebih mendalami pelajaran kuliah dengan mudah dan gratis di internet.semoga kalian yang membaca ini pun juga dapat memanfatkan internet dengan sebaik-baiknya

Rabu, 05 November 2014

MEMBETULKAN DAN MENGEFEKTIFKAN KALIMAT



BAB V


A.Pengantar

Untuk dapat membetulkan sesuatu, kita harus mengetahui dengan tepat letak
kesalahan terlebih dahulu. Tanpa  mengetahui letak kesalahannya, suatu pembetulan mungkin justru menyebabkan  kesalahan atau kerusakan yang lebih
parah dari sebelumnya. Demikian pula dalam pembetulan suatu kalimat.Kesalahan penyimpangan dari aturan yang benar atau betul. Selanjutnya perlu dibedakan antara kalimat yang salah dan kalimat yang kurang efektif. Suatu kesalahan memang bisa saja memang bisa mengakibatkan tuturan yang bersangkutan kurang efektif, namun ada juga tuturan yang dari sudut tata bahasa   tidak salah, tetapi juga kurang efektif.Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat ditangkap dan mudah dipahami oleh pembaca, menghayati masing- masing tuturan itu. Keterpahaman inilah yang menjadi salah satu kriteria kalimat efektif. Kriteria lain adalah kelaziman.Pemakaian kata, susunan frasa dan kalimat tertentu dipandang lazim dalam ragam bahasa tertentu, namun belum tentu lazim dalam ragam bahasa lain. Dalam karangan keilmuan sudah barang tentu diharapkan memakai kata, susunan frasa dan kalimat yang lazim dalam ragam bahasa keilmuan.
B. Kesalahan Kalimat
               
    Kesalahan kalimat dapat dibedakan menjadi dua segi, yaitu kesalahan internal dan kesalahan eksternal.
a.  Kesalahan Internal adalah kesalahan kalimat yang diukur dari unsur-unsur dalam kalimat. Kesalahan dari segi internal ini dapat dipilah dari beberapa tipe, tipe pertama adalah kesalahan kandungan isi yang menyebabkan kalimat menjadi tidak logis seperti contoh di bawah ini:
1.    Dengan penggunaan bahan bakar alternatif efektif untuk pelestarian alam. Seharusnya kata pemakaian dihilangkan  dan kalimatnya akan menjadi Dengan bahan bakar alternatif efektif untuk pelestarian alam.
2.    Kepada semua penonton konser meminta tanda tangan pada saat meet and greet. Seharusnya menjadi semua penonton konser meminta tanda tangan pada saat meet and greet.
Tipe yang kedua adalah kesalahan karena ketidaklengkapan seperti contoh dibawah ini :
1.    Keadaan konser sangat berantakan dan jadwalnya tidak sesuai. Sehingga para penonton kecewa dan meninggalkan konser tersebut.
Kalimat kedua pada teks tersebut hanya diisi keterangan, lebih baik jika kalimat itu diintegrasikan menjadi satu dengan kalimat sebelumnya seperti berikut ini.
Keadaan konser sangat berantakan dan jadwalnya tidak sesuai sehingga para penonton kecewa dan meninggalkan konser tersebut.
               
                Kalimat yang digunakan adalah kalimat-kalimat yang padat. Karena itu, kalimat-kalimat yang boros dan kata-kata dipandang sebagai kalimat yang tidak baik walaupun kalimat itu benar dari segi gramatika. Kalimat berikut ini adalah kalimat yang boros dan juga dapat dibuat menjadi lebih ringkas, misalnya :
1.     Berdasarkan sifat masalah dan tujuan penelitian ini, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif.
2.     Proyek lembah Dieng terletak di dukuh Sumberjo, desa Kalisungo yang termasuk dalam daerah kabupaten Malang. Daerah Malang yang sejuk terdiri dari pegunungan-pegunungan kecil.
Dua buah kalimat dalam paragraf tersebut benar-benar internal, tetapi salah secara eksternal. Kedua kalimat itu tidak membentuk satu gagasan yang utuh dan padu dalam paragraf.

C. Membetulkan Kesalahan Kalimat
Ada beberapa jenis kesalahan dalam menyusun kalimat.
1.Kalimat tanpa Subjek
Dalam menyusun sebuah kalimat seringkali dengan kata depan atau
preposisi, lalu verbanya menggunakan bentuk aktif atau berawalan meN-baik
dengan atau tanpa akhiran –kan. Dengan demikian dihasilkan kalimat – kalimat
salah seperti di bawah ini.
(1). Bagi yang merasa kehilangan buku tersebut harap mengambilnya di kantor.
(2). Untuk perbaikan prasarana pengairan tersebut memerlukan partisipasi aktif
dari masyarakat.
(3). Dengan beredarnya koran masuk desa bermanfaat sekali bagi masyarakat
pedesaan.
 Untuk membetulkan kalimat di  atas dapat dilakukan dengan
a)  Menghilangkan kata depan pada masing – masing kalimat
tersebut, atau 
b)  Mengubah verba pada kalimat tersebut, misalnya dari aktif
menjadi pasif.
Jadi kemungkinan pembetulan kelima kalimat adalah
 (1) Yang merasa kehilangan buku tersebut harap mengambilnya di kantor.   7
(2) Perbaikan prasarana pengairan tersebut memerlukan partisipasi aktif
dari masyarakat.
(3) Hadirin yang menginginkan terbitan lembaran sastra dapat menghubungi
bagian sirkulasi.
(4) Beredarnya koran masik desa bermanfaat sekali bagi masyarakat pedesaan
Dalam pembetulan di atas, maka subjeknya menjadi lebih jelas, yaitu berturut
– turut adalah yang merasa kehilangan buku tersebut, perbaikan prasarana
pengairan tarsebutpartisipasi aktif dari masyarakat, rapat lenglap fakults sastra ini,
pergantian pengurus, hadirin yang menginginkan terbitan lembaran sastra, dan
beredarnya koran masuk desa.
 Perlu dicatat bahwa dalam kalimat di atas tersusun dengan pola inversi,
subjeknya berada di belakang predikat. Terjadinya kesalahan seperti kalimat (1 s.d.
3) di atas karena mengacaukan dua struktur kalimat yang benar.
2.       Kalimat dengan Objek Berkata Depan
Kesalahan yang telah dibicarakan diatas dapat dikatakan sebagai kesalahan pemakaian kata depan pada awal kalimat yang biasanya diduduki subjek dan juga sering di temukan pada objek. Contoh :
(1)  Pak lurah sedang menjelaskan tentang penggunaan pupuk yang baik dan benar kepada warganya.
(2)  Dalam setiap kesempatan mereka tidak bosan bosannya mendiskusikan tentang dampak positif pembuatan waduk
Kalimat (1) dan (2) dapat dibetulkan dengan menghilangkan kata depan mengenai pada kalimat (1) dan tentang pada kalimat (2) menjadi seperti di bawah ini.
(1)  Pak lurah sedang menjelaskan penggunaan pupuk yang baik dan benar kepada warganya.
(2)  Dalam setiap kesempatan mereka tidak bosan bosannya mendiskusikan dampak positif pembuatan waduk.
3.       Kontruksi Pemilik Berkata Depan
Kesalahan pemakaian kata depan lain yang ditemui pada kontruksi frasa: termilik + pemilik. Contohnya :
(1)     Kebersihan lingkungan adalah kebutuhan dari warga
(2)     Buku buku daripada perpustakaan perlu ditambah.
Kontruksi frasa yang sejenis dengan kebutuhan dari warga dan buku buku daripada perpustakaan ini sering kita dengar dalam pidato pidato, misalnya :
(3)     Biaya dari pembangunan jembatan ini; kenaikan daripada harga harga barang elektronik.
Dalam karangan keilmuan kontruksi frasa yang tidak baku seperti di atas hendaknya dihindari karena dalam bahasa Indonesia hubungan “termilik + pemilik” bersifat implisit.
Kesalahan yang sering terjadi ialah pemakaian verba seperti kalimat dibawah ini, misalnya:
(1)     Setelah semuanya siap, mereka menaburi benih ikan yang terpilih.
(2)     Panitia menyerahkan hadiah lomba ketrampilan remaja pada acara penutupan.
Kesalahan seperti kalimat diatas dapat dibetulkan dengan cara melengkapinya, seperti dibawah ini:
(1a) Setelah semuanya siap, mereka menaburi kolam itu dengan benih ikan yang terpilih.


4.       Kalimat yang ‘pelaku’ dan verbanya tidak bersesuaian
Dalam kalimat dasra, verba dapat dibedakan menjadi verba yang meuntut hadirnya satu ‘pelaku’ dan verba yang menuntut hadirnya lebih dari satu ‘pelaku’. Contoh :
(1)     Dalam perkelahian itu dia berpikul-pukulan dengan gencarnya.
(2)     Dalam seminar itu dia mendiskusikan perubahan sosial masyarakat pedesaan sampai berjam jam.
Dalam kalimat 1 verba berpukul pukulan menuntut hadirnya dau pelaku yaitu dia dan orang lain, misalnya Iqbal. Demikian pula dengan kalimat 2 diperlukan hadirnya pelaku sebagai mitra diskusi, misalnya para pakar.
(1)     Dalam perkelahian itu dia berpukul pukulan dengan Iqbal.
(2)     Dalam seminar itu, dia mendiskusikan perubahan sosial masyarakat pedesaan  dengan para pakar.

5.       Penempatan yang slah kata aspek pada kalimat pasif berpronomina
Menurut kaidah, kanstruksi pasif berpronomina berpola aspek + pronomina +verba dasar. Kesalahan yang sering terjadi ialah penempatan aspek di antara pronomina dengan pronomina dengan verba. Contohnya :
                (1a) Saya sudah katakan bahwa....
                (1b) kita sedang periksa....
Bentuk bentuk seperti contoh diatas dapat dibetulkan dengan memindahkan kata aspek kedepan pronomina menjadi sebagau berikut:
                (1a) sudah saya katakan bahwa....
                (1b) sedang kita periksa.....

6.       Kesalahan Pemakaian Kata Sarana
Dalam menyusun kalimat sering dipakai kata sarana, kata sarana itu dapat berupa kata depan dan kaya penghubung. Kesalahan yang sering terjadi yaitu pada pemakaian kata depan di,pada,fan dalam. Contohnya :
(1)     Di saat istirahat penyuluh mendatangi petani.
(2)     Dalam tahun 1965 terjadi pemberontakan G30S/PKI.
Kata depan di (1) seharusnya adalah pada; kata depan dalam (2) seharusnya adalah pada.
Adapun kesalahan pemakaian kata  penghubung umumnya terjadi karena ketidaksesuaian antara pemakaian kata penghubung dan makna hubunngan antarklausanya, misalnya :
(3)     Rapat hari ini ditunda berhubung peserta tidak memenuhi kuorum.
Kata penghubung berhubung seharusnya di ganti karena atau sebab menjadi seperti dibawah ini :
(3a) Rapat hari ini ditunda karena peserta tidak memenuhi kuorum.
               
C.Efektifitas kalimat
1. Kurang Padunya Kesatuan Gagasan
Telah kita ketahui bahwa setiap tuturan terdiri atas beberapa bagian atau setuan gramatikal. Agar tuturan itu memiliki setauan gagasan, satuan-satuan gramatikalnya harus lengkap. Perhatikan contoh berikut.
1.setelah bangun pagi, emon ingin menerapkan gaya hidup sehat dengan lari pagi, Emon lari   pagi di lapangan dekat rumahnya. Lapangannya sangat indah dan sejuk.
Pada kalimat satu memang tidak memiliki kesatuan gagasan, bahkan merupakan tuturan yang janggal, kejanggalan itu menunjukan antara gagasan yang pertama dengan kalimat kedua dan ketiga, tapi jika kita dapat telaah dengan baik semua kalimat itu menjurus ke satu gagasan pokok yaitu menerapkan gaya hidup sehat
Kurang ekonomis pemakaian kata
Contoh kalimat
1.    Mempedulikan mengenai urusan teman
2.    Berpidato tentang lingkungan hidup
Kalimat yang benar
1.     Mempedulikan urusan teman
2.     Berpidato lingkungan hidup
Demi penghematan itu, sebuah kalimat majemuk pun dapat diringkas menjadi kalimat tunggal
Kalimat majemuk:
·         kepatuhan berkendara bukan hanya di lakukan oleh polisi saja melainkan oleh semua pengendara
menjadi
·         Kepatuhan berkendara dilakukan oleh polisi dan  semua pengendara.