Jumat, 20 November 2015

Menganalisa Animasi Naga di Sinetron Indosiar



Pada postingan blog kali ini saya ditugaskan untuk menganalisa dan memberikan komentar tentang sebuah gambar atau animasi.Yups,saya akan mengomntari yang menjadi unek2 saya dan mungkin sebagai pemirsa yang sering menyaksikan televise terutama indosiar karena  BANYAK dari kita komplain. Indosiar kok bisa sih nge-deliver sinetron yang pake gambar naga? Tapi dengan jalan cerita yang ajaib, dan tentu saja, lengkap dengan gambar naga 3D CGI (Computer Generated Image). Kita juga teriak: GAK MODAL!





Tapi tahukah kalian? Apa yang sebenernya terjadi di “balik layar” pembuatan Naga-Naga Indosiar?
Di Indo saat ini masih sulit utk bikin serial/TV show yg punya CGI berkualitas karena sistem kejar tayang yg dipake. Bukannya ga ada CG artist yg bagus, pasti lo2 pada tau lah segambreng CG artist independent yg bagus ga perlu gw sebutin contohnya. Tapi ya itu tadi ,sistem komersial di tv adalah kejar tayang. Dikira2 aja, disuruh bikin naga2an hanya dikasih waktu 2-3 harian. Ini dari 0 yah, dan utk beberapa scene pula. Dari modelling, texturing, rigging+animating, lighting, render. Yg di luar negeri pekerjaan spt ini dibagi ke beberapa orang, misal yg modelling artist sendiri, texture artist, rigger, lighting artist, bla3. Di Indo? 1 orang harus bisa utk semua bidang dgn alasan bujet dan utk deadline non logis 2-3 hari.
Sekedar gambaran, untuk ngerender sebuah file 3D dengan kualitas intermediate low (lighting minimum, medium resolution texture map, bump mapping minimum.. ngomongin naga ini soalnya) butuh sekitar 40-60plus detik per framenya. Standar TV indonesia adalah PAL = 25 fps. Coba lo kali 60 detik (waktu rendering/frame) x 25 (jumlah frame). Itu baru 1 detik. 15 detik gimana? silahkan itung aja. Itu baru kualitas intermediate low. Mau kualitas ala FF advent children? bisa aja, dengan konsekuensi 1 frame bisa 5-8menit sendiri dirender. 10 detik? kali aja (8menit x 25) x 10 detik.Jadi demikianlah analisa dari  saya karena menurut saya walaupun tidak menarik animasi naga tersebut tapi di balik itu kita mengetahui banyak kesulitan yang didapat serta dengan biaya yang minim pula.Oleh karena itu ketika saya mendapatkan Tugas Softskill kali ini mengenai analaisa dan juga saya sudah mendapatkan pembelajaran di Universitas saya yakni Universitas Gunadarma tentang memakai aplikasi animasi blender yang berbasis open source dan lainya saya jadi mengerti bahwa mereka itu(pembuat animasi indosiar) sebenerya layak dan patut diacungi jempol karena tingkat kesulitanya dan waktu pengerjaanya.Sekian dari saya sampai ketemu lagi di postingan berikatnya mengenai Komparasi 2 aplikasi animasi yang didasarkan 1 objek gambar/animasi.Wa salamualikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar